Di tengah gelombang pinjaman daerah yang melanda Jawa Barat, Kota Tasikmalaya memilih posisi berbeda. Pemerintah kota ini menahan diri dari utang, bahkan saat THR untuk ribuan ASN masih menggantung. Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menyebutnya diplomasi fiskal: negosiasi terus-menerus antara kebutuhan jangka pendek dan prinsip jangka panjang.
Rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah dan TAPD masih berlangsung. Skema pembayaran THR untuk ASN, PPPK penuh waktu, dan paruh waktu belum final. Viman menegaskan, ini bukan tanda lemah, tapi bukti kuatnya komitmen terhadap tata kelola yang terukur.
Posisi Unik di Peta Fiskal Jawa Barat
Tasikmalaya menempati posisi istimewa: satu-satunya kota di Jawa Barat tanpa utang daerah. Di saat daerah lain meminjam untuk tutup defisit atau percepat pembangunan, kota ini memilih konsolidasi internal. Viman menjaga predikat ini sebagai aset diplomatik, bukan sekadar angka di neraca.
Yang menarik, komitmen ini diuji saat THR menjadi isu mendesak. Kas tersedia, tapi pencairan ditahan untuk penyesuaian strategis. Ini sinyal kuat ke eksternal: Tasikmalaya tidak reaktif terhadap tekanan, tapi proaktif dalam mengatur ritme.
Negosiasi dengan Stakeholder Internal
Di tengah proses ini, ada 1.885 PPPK paruh waktu yang menanti. Asep Setiawan, perwakilan mereka, menyampaikan harapan dengan nada moderat. Yang diutamakan bukan nominal, tapi pengakuan. Ini menunjukkan bahwa diplomasi fiskal juga berarti mengelola ekspektasi, bukan hanya angka.
Kontras muncul saat melihat sektor swasta. Disnaker Kota Tasikmalaya menerapkan aturan ketat: THR wajib cair H-7 Idulfitri dengan sanksi tegas. Fleksibilitas untuk aparatur sendiri dan rigiditas untuk eksternal ini bukan inkonsistensi, tapi refleksi dari kedaulatan pengaturan yang berbeda.
Jangkauan Kebijakan ke Masa Depan
Viman membuka opsi pinjaman, tapi dengan syarat ketat: hanya untuk investasi produktif. Ini menunjukkan bahwa posisi tanpa utang saat ini adalah modal tawar untuk fleksibilitas besok. Yang dibangun bukan hanya kehati-hatian, tapi juga ruang manuver diplomatik dalam tata kelola keuangan daerah.
Keputusan THR akan diumumkan setelah kalibrasi selesai. Sementara itu, Tasikmalaya terus pertahankan posisi uniknya: berdiri tegak di tengah tren pinjaman, dengan keyakinan bahwa keseimbangan fiskal adalah investasi jangka panjang.
